Sabtu, 12 Oktober 2013

Ketika Datang Hari Penantian Tetes Hujan Pertama

Tuhan ..
Segala anugrah terindah
Bahkan kebahagiaan hidup
Semua berasal dari Mu
Apapun itu

Kini, ..
Saat itu datang lagi
Hari dimana aku menantikan
Tetesan hujan pertama dalam tahun ini
Yang sudah bertahun-tahun aku lakukan

Mungkin ini hal konyol
Tapi tidak untuk ku
Hujan adalah teman terbaik
Yang pernah aku miliki
Setelah sekian tahun lamanya

Hujan ituuu ..
Ibaratkan penyejuk kalbu di saat gundah
Pendamai hati di kala dendam
Penenang di kala resah
Penyulut emosi di saat marah

Hujan Hujan dan Hujan ..
Suatu hal yang aku suka sejak kecil
Ia tersenyum dan tertawa bersama ku
Ia menangis dan tersedu di sisi ku
Bahkan ia marah dan memberontak juga dengan ku

Semua kenangan bersama hujan
Selalu ada
Selalu tepat
Dan selalu indah
Apapun itu suasananya
Dan bagaimanapun mood-nya

Ciptaan Tuhan yang bermanfaat
Memberikan sentuhan nada-nada lembut
Keteduhan yang menyejukkan
Dan kemarahan yang menakutkan

Penantian hujan ku tahun ini
Berbeda dengan tahun sebelumnya
Kehilangan bersama hujan yang ku rasakan dulu
Atas orang yang menemani hari-hari ku selain di rumah
Yang menyayangi dan mencintai ku
Bukan itu ..

Justru aku di hadapkan pada posisi lain
Yang memaksa ku menjadi lebih dewasa
Menerima semua
Ikhlas
Tapi tak rela itu pergi dengan perlahan

Tuhan ..
Indahkanlah hujan ku tahun ini
Seperti Kau indahkan hujan ku yang lalu
Walau kini keadaan telah berubah
Aku membutuhkan Mu
dan aku merindukan hujan Mu

Mendambakan Hujan Dalam Hembusan Angin Kemarau

" semua menjadi tidak masuk di akal
ketika pengharapan  terbesar mu
menjadi hal yang membalik keadaan hidup mu
bahagia yang seharusnya datang
justru kini harus rela kau berikan
pada orang lain
yang malah hidupnya lebih sempurna "

aku tak pernah tau
mengapa semua bisa begitu cepat berlalu
menjadikan kenangan masa lalu
menjadi bait-bait kebahagiaan
yang hanya bisa di ingat
yang hanya untuk di kenang
dan tak akan pernah ada lagi
di kemudian hari

dimana ujungnya ?
dan sampaimana pangkalnya ?
tak satupun mengetahui
dan Tuhan masih merahasiakan
jika boleh berharharap
aku meminta satu hal paling penting
semoga Engkau membuat segalanya indah

kesepian , rasa kecewa yang harus di lebur
relakah ?
aku tak bisa menjadi munafik
aku tidak bisa
aku juga ingin bahagia
aku berhak atas apa yang ada
itu untuk ku juga

saat ku bertanya
tak ada desiran apapun menjawab
hening
namun saat ku menolak
teriakan satu demi satu
datang terngian
lalu sunyi
dan kembali lagi

sebuah tempat yang bisa mendengarkan ku
walau tanpa ia berbicara dan memberi penjelasan
adalah sesuatu yang ku butuhkan
ia hanya mendengarkan dan menerima semua ocehan ku
menghargai setiap keluhan ku marah ku dan dendam benci ku
ia selalu ada untuk ku
selain Tuhan yang Maha Baik

semua kejutan yang mengenaskan
membuat dunia seakan berhenti memiliki gravitasi
Tuhan
haruskah aku lagi yang mengalami ?
tapi Dia Tetap Yang Maha Tau
dan sekarang
tugas ku menjadi ciptaanNya
yang setia pada takdir yang Ia gariskan
dan menunggu akhir bahagia yang telah Ia siapkan