Sabtu, 12 Oktober 2013

Mendambakan Hujan Dalam Hembusan Angin Kemarau

" semua menjadi tidak masuk di akal
ketika pengharapan  terbesar mu
menjadi hal yang membalik keadaan hidup mu
bahagia yang seharusnya datang
justru kini harus rela kau berikan
pada orang lain
yang malah hidupnya lebih sempurna "

aku tak pernah tau
mengapa semua bisa begitu cepat berlalu
menjadikan kenangan masa lalu
menjadi bait-bait kebahagiaan
yang hanya bisa di ingat
yang hanya untuk di kenang
dan tak akan pernah ada lagi
di kemudian hari

dimana ujungnya ?
dan sampaimana pangkalnya ?
tak satupun mengetahui
dan Tuhan masih merahasiakan
jika boleh berharharap
aku meminta satu hal paling penting
semoga Engkau membuat segalanya indah

kesepian , rasa kecewa yang harus di lebur
relakah ?
aku tak bisa menjadi munafik
aku tidak bisa
aku juga ingin bahagia
aku berhak atas apa yang ada
itu untuk ku juga

saat ku bertanya
tak ada desiran apapun menjawab
hening
namun saat ku menolak
teriakan satu demi satu
datang terngian
lalu sunyi
dan kembali lagi

sebuah tempat yang bisa mendengarkan ku
walau tanpa ia berbicara dan memberi penjelasan
adalah sesuatu yang ku butuhkan
ia hanya mendengarkan dan menerima semua ocehan ku
menghargai setiap keluhan ku marah ku dan dendam benci ku
ia selalu ada untuk ku
selain Tuhan yang Maha Baik

semua kejutan yang mengenaskan
membuat dunia seakan berhenti memiliki gravitasi
Tuhan
haruskah aku lagi yang mengalami ?
tapi Dia Tetap Yang Maha Tau
dan sekarang
tugas ku menjadi ciptaanNya
yang setia pada takdir yang Ia gariskan
dan menunggu akhir bahagia yang telah Ia siapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar