Rabu, 17 September 2014

CINTA YANG (MUNGKIN) SESAAT

Ntah apa yang bisa ku jelaskan
Ntah apa yang dapat ku bagi
Ntah apa yang seharusnya ku ceritakan
Dan ntah apa yang sekarang ku tuliskan

Rasa itu, ...
Rasa yang kini perlahan ku hapuskan
Rasa untuk dia yang hadir walau sesaat
Yang sempat memberikan pelangi dalam badai ku

Tuhan, ...
Ku tak tau,
Apakah salah yang kulakukan ?
Apakah salah yang kuperbuat ?

Tuhan, ...
Aku sempat menyayanginya
Dengan setulus hatiku
Seiring dengan kesanggupan ku
Memberanikan diri membuka hati

Seandainya,
Waktu itu kita yang bertemu lebih dulu
Mungkin aku akan bersamamu
Sampai detik aku menceritakan ini

Seharusnya,
Dulu kau berbicara padaku
Dan mengungkapkan semua
Akulah yang akan selalu mendampingimu

Keinginanku yang begitu kuat
Harapanku yang begitu besar
Ingin membahagiakan mu
Dan menjadikanmu seorang lelaki bertanggung jawab

Ntah bagaimana jadinya semua niat tulus itu
Ntah bagaimana kini dirimu
Ku tak ingin kau menjadi terpuruk
Semakin menjadi manusia tanpa tujuan

Sentuhan itu
Genggaman itu
Pelukan itu
Ciuman itu

Semua tentang kamu
Kedekatan kita
Rasa ini
Rindu ini

Kini semua berhambur
Tanpa tahu harus kemana menuju
Tak tahu milik siapa
Tak mengerti dimana harus singgah

Sakit ini
Perih ini
Rindu ini
Rasa ini

Semua bercampur
Tak mengerti harus diapakan
Harus dikemanakan
Ntahlah

Aku merindukan masa dimana kita menjadi teman
Aku merindukan masa dimana semua masih baik-baik saja
Aku merindukan masa dimana kita masih bisa bercanda
Aku merindukan masa dimana tak ada perpecahan ini

Kau temanku
Aku tak tau apakah aku teman mu
Aku menyayangimu
Dan kini, aku harus melepasmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar