Malam ini ku menatap langit
terang
Namun hampa kurasa
Bintang tak berkilau
Rembulan tampak terpuruk
Untuk kesekian kalinya dia datang
kembali
Menyapa kesendirianku
Menggantikan kesedihanku
Membesarkan hatiku
Kali ini ku membiarkannya datang
Tak melarangnya
Tak menjawabnya
Hanya diam
Ia menatapku
Ia membaca pikiranku
Ia merasakan hatiku
Dan ia meraba setiap inci torehan
luka yang masih menganga
Tanpa kusadari
Ia menjadi teduhku
Ia menjadi senjaku
Ia menjadi seseorang yang berbeda
Ia menutup lukaku dengan
kegarangannya
Mengajariku menjadi kuat dengan
caranya
Mengingatkanku bahwa masih ada
kenyataan dari khayalan negeri dongengku
Mungkinkah ia juga memberikan
hatinya padaku, aku tak tahu
Tuhan, malam ini aku menangis
untuknya
Menangis takut ia pergi
Menangis takut kehilangannya
Menyadari ku masih tak bisa
membuatnya bahagia
Tuhan, ku mengingatnya dalam
tangisku
Aku takut dia pergi
Karna aku masih belum bisa
menerimanya
Menjadikan ia satu-satunya dalam
hatiku
Tuhan, jaga dia selama aku masih
tersesat
Mencari kebenaran hati yang tak
tahu arahnya
Selama aku tak bisa menjangkaunya
dalam hatiku
Hingga akhirnya aku tahu siapa
dia nantinya untukku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar