Akhir desember, 27, 2014
Ntah apa yang kurasa,
Ntah apa yang kupikir,
Ntah apa yang kuperhatikan,
Ntah apa yang kupedulikan,
Kini ku mendamba,
Datangnya pelangi dalam hujan ku,
Badai ini sunguh menggangguku,
Menenggelamkan ku dalam kalut,
Tuhan, ..
Dia yang kini hadir,
Membawa kerisauan hati dan pikir,
Meninabobokkan setiap kenyataan yang ada,
Aku gundah,
Aku gelisah,
Dalam setiap permulaan doa,
Pertanda itu datang,
Dimulai dari rasa cemburu,
Menjadi kekakuan rasa curiga,
Menghadirkan tanya yang memuncak,
Hingga emosi meluluhkan segala kesabaran,
Dia yang kini ku sayang,
Masihkan menginginkan "dia" yang pernah ada?
"Dia" yang lebih dulu hadir,
Memberikan pelangi terindah penuh kilau,
Dalam doa ku ucap namanya,
Dalam ragu ku teteskan air mata untuknya,
Dalam bimbang ku sebut namanya,
Dalam gelisah ku hadirkan bayangnya,
Apakah "dia" masih memiliki rasa yang sama?
Akankah "dia" yang akan menemaninya?
Benarkah "dia" yang menjadi pengikut dalam barisan shafnya?
Salah jika aku bertanya-tanya tentang "dia"?
Segala yang kurasa kini,
Firasat yang hadir detik ini,
Pertanda yang kupikirkan saat ini,
Membuat ku berada dalam keheningan malam,
Senja tiada berbatas,
Malam masih terbentang luas,
Kekalutan ini,
Semakin menambah kepekatan langit,
Mungkin memang, ...
"Dia" jauh lebih sempurna,
"Dia" jauh lebih indah,
Lebih baik dalam memberi kesejukan hati,
Lebih pandai dalam memberi warna hati,
Aku yang hanya manusia biasa,
Tak setara dengannya,
Tak sebanding jika dipersandingkan,
Tak mampu jika harus bersaing,
"Dia" yang memiliki segalanya,
Kaya materi dan hati,
Indah rupa dan sifat,
Sempurna jiwa dan raga,
Kejadian itik buruk rupa dan angsa,
Kembali terukir dalam kisahku,
Kisah yang tak sempurna,
Namun kuceritakan dengan indah,
Ku berserah diri pada Tuhanku,
Memohon ampun atas segala khilafku,
Memohon perlindungan atas semua kelemahanku,
Memohon kebaikan atas apapun kekuranganku,
Allah Maha Baik,
Allah Maha Bijak,
Engkau yang menuntunku,
Menjadi calon muslimah yang baik,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar