Kamis, 11 Desember 2014

Hujan Ku Kembali

Awal Desember, ...
Hujan ku kembali, membawa kesejukan yang telah kudamba
Lebih dari 180 hari aku menunggu,
Keindahan dan kehangatan yang pergi,
Menghilang berganti semua keterasingan dalam teriknya padang mimpi,

Kini ku mendapatkannya kembali,
Sesuatu yang telah pergi namun untuk kembali,
Hal yang seharusnya memang menjadi milikku,
Langit dan hujan dalam indahnya biru,
Tuhan, terima kasih atas segalanya,

Kali ini hujan datang menyapa,
Menghadirkan sebuah perasaan yang kesepian,
Bersama seseorang yang siap menenangkan kegundahan jiwa,
Kegalauan hati yang tak terarah dan tersesat dalam bimbang,
Yang tak tenggelam dan tak juga terapung dalam sebuah kepastian,

Rasa yang ada, tak bisa ku mengerti adanya,
Aku menerimanya,
Segala kekurangan,
Segala kelemahan,
Bahkan kesalahannya jika ada,

Tuhan, ...
Inikah keajaiban Mu untuk ku? Sekali ini lagi?
Hujan selalu membuat ku bahagia,
Tenang, hangat, dan mengalahkan ketakutan ku,
Akan kepekatan langit dan gemuruh halilintar,

Caranya memandangku,
Menyentuh jemariku,
Memanggil namaku,
Mengindahkan diriku,
Dan menjagaku,

Caranya mencuri perhatianku,
Mengambil setiap inci padanganku,
Membuat ku mengingat namanya dalam setiap hariku,
Menghadirkan dia dalam setiap mimpiku,
Membiarkannya menyentuh dan mengerti perasaanku,

Dia membiarkanku mewarnai harinya,
Tak peduli semua kekurangan dan kelemahanku,
Dia tak pernah menuntutku,
Namun, dia menuntunku,
Menjadi pribadi yang lebih baik,

Tuhan, ...
Aku tak tahu,
Seberapa lama ini akan berjalan,
Selamanyakah ?
Atau hanya hingga musim hujan berpulang ?

Aku tak tahu,
Apa yang aku inginkan atas dirinya,
Aku terlalu takut,
Takut aku tak bisa menjaganya,
Karena kelemahan jiwa ini, ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar