Rabu, 14 Mei 2014

Tangisan Pertama Ku Untuk Dia



Malam ini ku menatap langit terang
Namun hampa kurasa
Bintang tak berkilau
Rembulan tampak terpuruk

Untuk kesekian kalinya dia datang kembali
Menyapa kesendirianku
Menggantikan kesedihanku
Membesarkan hatiku

Kali ini ku membiarkannya datang
Tak melarangnya
Tak menjawabnya
Hanya diam

Ia menatapku
Ia membaca pikiranku
Ia merasakan hatiku
Dan ia meraba setiap inci torehan luka yang masih menganga

Tanpa kusadari
Ia menjadi teduhku
Ia menjadi senjaku
Ia menjadi seseorang yang berbeda

Ia menutup lukaku dengan kegarangannya
Mengajariku menjadi kuat dengan caranya
Mengingatkanku bahwa masih ada kenyataan dari khayalan negeri dongengku
Mungkinkah ia juga memberikan hatinya padaku, aku tak tahu

Tuhan, malam ini aku menangis untuknya
Menangis takut ia pergi
Menangis takut kehilangannya
Menyadari ku masih tak bisa membuatnya bahagia

Tuhan, ku mengingatnya dalam tangisku
Aku takut dia pergi
Karna aku masih belum bisa menerimanya
Menjadikan ia satu-satunya dalam hatiku

Tuhan, jaga dia selama aku masih tersesat
Mencari kebenaran hati yang tak tahu arahnya
Selama aku tak bisa menjangkaunya dalam hatiku
Hingga akhirnya aku tahu siapa dia nantinya untukku

DUA HATI YANG SALAH



Aku yang tak pernah mengira
Aku yang tak ingin berpikir
Aku yang tak sedikitpun menyangka
Aku yang tak berharap itu nyata

Aku menemukannya
Aku melihatnya
Aku merasakannya
Aku dengannya

Tatapan yang sering kucari
Genggaman yang tak dapat kuraih
Wajah yang tak pernah bisa kusentuh
Hati yang tak bisa bersatu

Dia kembali
Membawa rasa yang sama
Yang lebih baik dari masa lalu
Yang lebih dewasa dibanding hari lalu

Tuhan, apa arti pertemuan kedua ini?
Apa makna perasaan ini?
Apa maksud kejadian ini?
Aku bimbang

Ada yang berbeda saat menyebut namanya
Ada yang bergetar saat mendengar sapanya
Ada yang selalu tersenyum diam-diam saat menyimak ceritanya
Ada yang tak sengaja terus memikirkannya dalam diam

Tuhan, aku mempunyai rasa
Hati ku melakukan semua
Perasaan ini mulai bermain
Namun, ini tidak benar adanya

Dilain sisi, ada dia yang lain
Yang slalu disisi menemani
Yang menjaga
Yang bersama

Namun, mulai berubah
Mulai menjauh
Mulai dingin
Tak terdengar merdu nada kasihnya

Hatiku miliknya
Ragaku membawa status atas namanya
Perasaanku terpagut padanya
Walau semua tercampakkan olehnya

Ku masih menyayanginya
Ia yang telah membuat bekas lara dalam hatiku
Yang berkhianat atas rasaku
Yang akhirnya membuatku merelakan semua

Menjadi yang didustai
Menjadi yang rapuh
Yang kusayang
Menghianatiku

Tuhan, dia yang kusayang
Tak lagi menyayangiku
Tulus kasihnya pergi
Hatinya berubah

Tuhan, dia yang menyayangiku
Bawalah hatinya
Pada yang bisa membahagiakannya
Jauh lebih dari diriku

Tuhan, bersama sunyinya malam
Ku tulis ini dengan butiran air mataku
Mengharap keajaiban Tangan Suci Mu
Memberi jalan cerita indah dengan perubahan kecil Mu
Amiin ..

AKU – (TER) LUKA



Disaat bermimpi dalam buaian lembut angin
Menatap malam dalam dekapan hangat
Mendengar detak jantung yang berdegup cepat
Saat tatapan mata itu berbinar
Memberikan kilau cahaya
Menuntun dalam kegelapan
Kebutaan yang membuat risau
Kegalauan yang membawa perih

Mendamba sang pangeran
Mengharap datangnya merpati kasih
Menghantarkan datangnya sang kuda putih
Melantunkan lembutnya gesekan biola
Tarian jemari diatas tuts piano
Menjemput putri dalam kasih
Menuntun pergi ke negeri impian
Menjelaskan adanya cinta abadi yang nyata

Membumbung tinggi jauh menuju surga
Mengangkasa dengan sayap yang tak tampak
Ternganga akan takjubnya dunia ajaib
Membahas indahnya kebahagiaan
Kasih, cinta, abadi dalam satu pelafalan indah
Diiringi doa ayat-ayat Tuhan
Taburan kilauan berwarna emas itu
Bercucuran bersama tiupan angin akan serbuk bunga harapan
Sekejap mata, semua lenyap
Aku terbangun dalam keadaan yang ricuh
Kacau, penuh kesedihan, kesakitan
Ratusan jiwa-jiwa patah menjerit
Menangisi kepedihan hati yang luka
Membuat ku teringat pada kejadian indah itu
Yang menjatuhkan ku dalam lubang kesengsaraan perasaan
Terhimpit bersama luka tersayat bersama raga tak berhati

Tuhan, kilauan emas, bunga harapan, negeri impian
Dimana semua yang telah kulalui
Dimana semua yang telah kurasakan
Dimana pangeran ku
Dimana cinta sejati itu
Yang abadi dalam tuntunan Mu
Yang bersatu dalam doa atas nama Mu
Kemana mereka semua Tuhan

Kini ku berdiri, sendiri
Berpegang pada hanya satu genggam bunga keajaiban
Yang terjatuh disaat kehancuran itu dimulai
Yang tak sengaja terikat dalam lingkar jemari kecil ini
Aku yang terluka
Dandelion, bunga terakhir dalam dongeng ku
Membangkitkan jiwa-jiwa yang patah
Dalam hembusan angin bersama sebaran serbuknya

AKU YANG TERSAYANG (?)



Dalam keheningan perasaan, jutaan doa terpanjatkan
Dalam kesunyian hati, jutaan mimpi terbayangkan
Dalam kesepian suasana, jutaan lantunan lagu termainkan
Dalam kebisuan suara, jutaan kata terangkai

Bersama dinginnya hembusan angin, ku ikut menari
Bersama rinainya deras hujan, ku ikut menyanyi
Bersama gelapnya malam, ku ikut memancarkan redup
Bersama lemahnya ranting, ku ikut menunjukkan kerapuhan

Dengarkan setiap kata yang hadir menghiasi diamku
Dengarkan doa yang terselip dalam butir air mataku
Dengarkan kesedihan yang terselip dalam senyumku
Dengarkan kesakitan yang terpendam dalam tawaku

Genggam tanganku
Peluk diriku
Hapus air mataku
Dan tatap mataku

Ada yang berbeda dalam dirimu
Ada yang berubah dari sikapmu
Ada yang tidak biasa dengan lisanmu
Ada yang tak sama seperti yang dulu

Ada yang hilang
Ada yang salah
Ada yang tak merasa
Ada yang tak mengerti

Denganmu aku bahagia, denganmu aku terluka
Denganmu aku tertawa, denganmu aku menangis
Denganmu aku tersenyum, denganmu aku tersakiti
Dengan cintamu aku terbang, dengan kebohonganmu aku terhempas

Kau bilang aku yang tersayang
Kau bilang aku yang terindah
Kau bilang aku yang mengisi hati
Kau bilang ..

Saat semua berubah
Waktu yang telah kita lalui bersama
Takkan mampu menahan kita
Mengingatkanmu terhadapku

Membuang semua kenangan
Menyisakan luka terkoyak
Membekaskan segala lara
Dan aku, aku bukan lagi yang tersayang

Yang tersayang
 Kalimat apakah itu
Pernyataanmu akan diriku
Atau hanya sebuah tanya untuk diriku